Analysis of the Implementation of Drug Danger Awareness Programs by the South Sumatra BNNP, and Guidance and Counseling
DOI:
https://doi.org/10.59966/ekrwww36Keywords:
drug socialization, National Narcotics Agency, guidance and counseling, drug preventionAbstract
Purpose- This study analyzes the strategic collaboration between the South Sumatra Provincial National Narcotics Board (BNNP) and the Guidance and Counseling program during an internship period from October 15 to December 13, 2025.
Design/Methodology/Approach - Employing a qualitative approach through participant observation, data was gathered across various platforms, including school-based socialization, community monitoring in Tanjung Gelam Village, and public campaigns during "Car Free Day."
Findings - The findings reveal that the integration of law enforcement and counseling perspectives effectively enhances drug prevention through targeted education, early detection, and rehabilitation support. Specifically, the Guidance and Counseling discipline contributes vital psychological support, character building, and life-skills development to the program. This synergy creates a holistic approach that bridges legal, health, and psychosocial dimensions. Furthermore, the involvement of university students provided significant practical experience while sharpening professional communication skills.
Originality/Value –The study recommends increasing the intensity of these programs through more interactive and innovative methods, as well as strengthening cross-sector collaboration to foster a drug-free society.
References
Badan Narkotika Nasional. (2019). Bahaya penyalahgunaan narkotika. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Badan Narkotika Nasional. (2021). Indonesia drugs report 2021. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Badan Narkotika Nasional. (2022). Data statistik penanganan kasus narkotika. Pusat Penelitian Data dan Informasi BNN. https://puslitdatin.bnn.go.id/portfolio/data-statistik-kasus-Narkoba/
Badan Narkotika Nasional. (2023). Sejarah penanggulangan bahaya narkotika dan kelembagaannya di Indonesia. https://bnn.go.id
Bewley-Taylor, D., & Jelsma, M. (2012). Regime change: Re-visiting the 1961 Single Convention on Narcotic Drugs. International Journal of Drug Policy, 23(1), 72–81. https://doi.org/10.1016/j.drugpo.2011.08.003
Direktorat Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN RI. (2021). Petunjuk teknis intervensi ketahanan berbasis sumber daya pembangunan desa. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Djumhur, I., & Surya, M. (1995). Bimbingan konseling di sekolah. CV Ilmu.
Dunn, W. N. (2003). Pengantar analisis kebijakan publik. Gadjah Mada University Press.
Eleanora, F. N. (2022). Bahaya penyalahgunaan narkoba serta usaha pencegahan dan penanggulangannya (suatu tinjauan teoritis). Jurnal Hukum, 25(1), 439–452.
Hawari, D. (2012). Penyalahgunaan dan ketergantungan NAZA (Narkotika, Alkohol, dan Zat Adiktif) (ed. ke-2). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Isnaini, E. (2017). Penggunaan ganja dalam ilmu pengobatan menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jurnal Independent, 5(2), 46–54.
Manafe, Y. (2011). Pedoman prosedur kerja bidang advokasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). BNN, Deputi Bidang Pencegahan Direktorat Advokasi.
Nurihsan, A. J. (2012). Strategi layanan dan bimbingan konseling. Refika Aditama.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143.
Sihombing, D. (2019). Peran bimbingan dan konseling dalam pencegahan narkoba. Kencana.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesia Journal for Community Service and Empowerment

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

